close

Mending Rakit PC atau Beli Laptop? Berikut Pertimbangannya

“Mending rakit PC atau beli laptop?” sebuah pertanyaan yang sederhana yang sering kali muncul di kalangan masyarakat yang antara mau rakit PC atau beli laptop.

Dari pertanyaan tersebut banyak aspek yang harus dipertimbangkan dan dijadikan perbandingan antara merakit PC atau beli laptop.

Terlebih di masa Work From Home (WFH) yang meskipun sudah bukan masa pandemic lagi seperti dulu. Namun di beberapa kantor masih menerapkan system WFH secara bergantian. Sehingga masih banyak orang yang membutuhkan perangkat mumpuni untuk menunjang kinerjanya.

Pertanyaan “mending rakit PC atau beli laptop?” pun semakin sering muncul di berbagai kesempatan, mulai dari pembicaraan santai di komentar-komentar di social media.

Bagi kalian yang masih bingung dengan pertanyaan tersebut kini tak perlu khawatir lagi, karena disini kita akan mengkomparasikan antara kelebihan dan kekurangan dari rakit PC atau beli laptop.

Mau tahu seperti lebih detailnya? Berikut ulasannya :

Kelebihan Merakit PC

Harga Lebih Murah

Keunggulan dari merakit PC yang paling utama adalah harganya jauh lebih murah.

Hal ini disebabkan karena pemilihan komponen PC yang dilakukan secara manual.

Kita dapat memilih komponen, seperti CPU, SSD, Motherboard, RAM, GPU sesuai dengan keinginannya sendiri.

Tak hanya murah, pengguna juga bisa saja mendapat komponen bagus dengan harga yang miring.

Sehingga performa PCnya setara dengan laptop harga 20 jutaan ke atas, padahal harga PC rakitan tersebut tak lebih dari 15 jutaan.

Mudah Diperbaiki

PC yang dirakit sendiri tentu akan lebih mudah untuk diperbaiki per komponennya. Pengguna bisa mengganti komponennya secara satu per satu yang harganya tentu akan jauh lebih murah.

Hal ini juga berlaku jika pengguna ingin meng-upgrade komponen tersebut dengan yang lebih tinggi atau baru.

BACA JUGA :   Penyebab Harddisk Tidak Terbaca di PC atau Laptop

Tahan Lama

Ini masih berkaitan dengan kemudahan perbaikan untuk PC rakitan.

Dengan hanya mengganti beberapa komponen saja, artinya PC rakitan bisa bertahan lebih lama dibanding laptop.

Selama kerangka PC masih dalam kondisi yang baik dan pengguna rajin meng-upgrade software dan hardware, maka perangkat PC hampir pasti dapat bertahan lama bahkan hingga lebih dari 10 tahun.

 

Kekurangan Merakit PC

Pemilihan Komponen yang Rumit

Kelebihan merakit PC dalam hal memilih komponen bisa jadi bumerang kekurangan merakit PC. Karena, dibutuhkan pengetahuan yang luas terkait komponennya agar bisa mendapatkan yang terbaik.

Tak Cuma itu, tapi pengguna juga harus bisa memasangkannya satu dengan lainnya. Namanya juga “merakit PC’, jelas keahlian utama yang harus dimiliki adalah merakitnya.

Tidak fleksibel

Kekurangan lain dari merakit PC adalah perangkatnya tidak bisa dibawa ke mana-mana atau tidak fleksibel. Bentuk besar dan rumit membuat PC tidak memungkinkan untuk dipindah-pindahkan tempat. PC juga membutuhkan ruang khusus yang cukup luas untuk monitor, keyboard, dan mouse supaya dapat digunakan dengan nyaman, jadi, mending rakit PC atau beli laptop?

Membutuhkan Daya Listrik yang Besar

Sau hal yang harus jadi perhatian utama jika ingin merakit PC adalah daya listrik. Karena, PC membutuhkan daya listrik yang cukup besar dan terus menerus harus dicolok. Hingga sekarang belum ada PC rakitan dalam bentuk portable, kecuali beli yang sudah siap pakai.

 

Kelebihan Membeli Laptop

Tidak Rumit

Jika untuk merakit PC dibutuhkan pengetahuan mendalam, membeli laptop tidak memerlukan hal tersebut. Cukup dengan pengetahuan dasar seperti processor, GPU, RAM, dan SSD sudah cukup untuk bisa membeli laptop sesuai kebutuhan kita.

BACA JUGA :   Rekomendasi Laptop Untuk Content Creator Terbaik

Flexible

Berbanding terbalik dengan PC, flexibilitas laptop adalah salah satu keunggulannya. Terlebih untuk para pekerja yang butuh device dengan spek tinggi tentu akan lebih cocok menggunakan PC dibanding laptop.

Namun, di tengah situasi pandemi seperti sekarang rasanya hal ini tak terlalu jadi pertimbangan karena masyarakat tak bisa bepergian.

Dilindungi Garansi

Keunggulan terakhir apabila membeli laptop adalah perangkat secara keseluruhan dilindungi dengan garansi. Sehingga jika ada kerusakan yang terjadi pengguna hanya perlu mengklaim-nya ke penjual dan kerusakan bakal segera diperbaiki. Pengguna hanya tinggal menunggu sejenak atau ditinggal sementara perangkat selesai dikerjakan.

 

Kekurangan Membeli Laptop

Harga Cenderung Lebih Mahal

Kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh laptop memang berbanding lurus dengan harganya.Saat ini cukup sulit menemukan laptop dengan harga di bawah 10 juta dengan performa maksimal.

Pasti ada satu aspek yang menurut kita kurang sehingga memaksa pengguna untuk membeli laptop dengan harga di atas 10 juta. Hal ini berbeda dengan PC yang bisa disesuaikan dengan budget dan kebutuhan kita, sehingga harga dan kualitas yang didapat bisa sesuai.

Tak Bisa Upgrade Komponen Manual

Upgrade komponen pada laptop tidak semudah yang dilakukan jika pengguna merakit PC. Ada beberapa merek yang mengharuskan upgrade komponen hanya di tempat service-nya saja.

Sehingga pilihan komponennya akan jadi lebih sedikit dan harganya juga cenderung lebih mahal. Jika pengguna memaksa meng-upgrade komponen di luar tempat servicenya, konsekuensi yang biasa jadi pertaruhan adalah hangusnya garansi perangkat.

Tak Tahan Lama

Dari segi daya tahan, laptop tidak memiliki ketangguhan seperti PC yang bisa bertahan cukup lama. Untuk komponen saja misalnya, laptop pada umumnya hanya akan bertahan paling lama itu 3-5 tahun.

BACA JUGA :   Resmi Rilis, Spesifikasi Lenovo Legion 5i dan 51 Pro Langsung Curi Perhatian

Setelahnya, komponen seperti layar, bodi, dan keyboard mungkin akan terasa ketinggalan zaman. Jika yang diganti hanya bagian intinya saja, kinerja laptop tersebut tetap tidak akan maksimal. Kemudian dilihat dari segi daya tahan perangkat, laptop memang bisa dibawa bepergian karena menggunakan baterai.

Tetapi, daya tahan baterai tentu tidak akan bisa bertahan selama PC, yang harus dicolok ke listrik secara terus-menerus. Laptop harus di-charge untuk memulihkan daya. Meskipun sebenarnya pengguna bisa saja memainkan laptop sembari di-charge.

Namun hal tersebut akan meningkatkan resiko pada kebocoran baterai yang berpengaruh pada kinerja laptop. Hal ini sebagai bahan perimbangan mending rakit PC atau beli laptop.