3 Jenis Profil Risiko Investasi dan Manfaatnya Bagi Anda

Memahami profil risiko investasi suatu bisnis adalah salah satu hal terpenting bagi investor. Profil risiko adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan karena berkaitan langsung dengan kinerja portofolio Kamu dan memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas investasi Kamu.

Banyak hal yang harus diperhatikan agar sebuah investasi bisa sukses dan menguntungkan. Salah satunya adalah profil risiko. Ini adalah indikator yang umum digunakan investor untuk menentukan tingkat toleransi terhadap risiko investasi.

Bagi investor, penting untuk mengetahui profil risiko Kamu agar dapat memilih produk investasi yang tepat. Dengan begitu Anda akan diganjar dengan hasil yang lebih optimal di kemudian hari.

Lihatlah ulasan Gadgetinku.com kami di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa profil risiko Kamu tentang cara memeriksa profil risiko investasi Anda!

Apa Itu Profil Risiko Investasi?

 

Apa Itu Profil Risiko Investasi

Profil risiko adalah indikator atau alat pertimbangan bisa digunakan untuk mengukur dan memilih alokasi aset dengan tepat untuk portofolio investasi Anda. Memilih alokasi aset dengan tepat dapat menentukan persentase dari setiap jenis investasi yang akan pilih.

Misalnya, jika Anda tidak ingin mengambil resiko besar dalam investasi Kamu dan lebih memilih dan mempertahankan nilai investasi Kamu , memilih produk investasi terbaik adalah deposito berjangka karena risikonya cukup rendah. Namun, karena resiko yang Kamu pilih kecil, baik pengembalian dana bisa Kamu peroleh maupun laba atas investasi Anda tidak akan besar.

Di sisi lain, jika ingin mendapatkan return yang besar, sebaiknya alokasikan investasi Anda pada komoditas dengan tingkat risikonya cukup tinggi, seperti saham. Mengetahui profil risiko investasi Kamu merupakan langkah yang sangat membantu investor untuk mendapatkan jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

BACA JUGA :   2 Tips Menabung Saham Dengan Benar dan Aman

Jenis Profil Risiko Investasi

Jenis Profil Risiko Investasi

Sebelum Anda memutuskan mulai berinvestasi, ada baiknya mengetahui berbagai jenis profil risiko investasi. Secara umum, ada tiga jenis profil risiko yang biasa digunakan dalam berinvestasi. Ketiga tipe tersebut adalah agresif, moderat, dan konservatif.

1. Konservatif (berisiko rendah)

Konservatif adalah yang terendah dari tiga jenis profil risiko yang tersedia saat ini. Jenis ini biasanya merupakan investasi berisiko rendah yang didominasi oleh investor pemula. Konservatif adalah investor memilih investasi dengan nilai stabil.

Tipe konservatif mengalokasikan aset pada investasi yang dapat memberikan kepastian. Ini memastikan bahwa jenis investor ini kehilangan sangat sedikit saat berinvestasi. Namun, karena resiko yang dipilih sangat rendah, manfaatnya juga kecil.

Investor dengan profil risiko konservatif dalam portofolio aset biasanya menghindari produk yang sangat fluktuatif seperti saham. Tipe konservatif akan lebih berperan dalam produk deposito dan obligasi.

2. Agresif (berisiko tinggi)

Jenis investasi agresif merupakan jenis investasi yang memiliki risiko paling tinggi jika dibandingkan dengan profil risiko investasi jenis moderat dan konservatif. Namun, imbalan dari jenis investasi ini juga menawarkan potensi pengembalian atau keuntungan yang jauh lebih besar.

Investor biasanya mengambil risiko ini adalah mereka yang memiliki portofolio aset cukup besar mulai dari 50% hingga 60%. Selain itu, jenis saham yang dimilikinya beragam mulai dari saham perusahaan besar hingga perusahaan baru mulai berkembang.

3. Sedang (risiko sedang)

Umumnya dikenal sebagai jenis profil risiko investasi kelas menengah. Tipe moderat ini biasanya mengarah pada keinginan investor untuk mendapatkan keuntungan lebih besar daripada tipe konservatif. Meski cukup berani, investor moderat masih lebih suka bermain di area aman dan tidak terlalu berisiko.

BACA JUGA :   Apakah Investasi Film Indonesia Bisa menguntungkan? Simak Berikut ini

Biasanya investor mulai bisa melakukan investasi yang fluktuatif, namun masih dalam tahap yang relatif stabil. Biasanya, saham dapat dipilih adalah jenis saham blue chip. Selain itu, portofolio aset masih dikombinasikan dengan deposito dan obligasi dalam jumlah yang cukup berimbang.

Cara Cek Profil Risiko Investasi

Cara Cek Profil Risiko Investasi

Untuk mengetahui apakah kamu termasuk investor dengan tipe profil risiko agresif, moderat atau konservatif maka perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Untuk menyesuaikan alokasi aset dengan profil risiko calon investor, biasanya perusahaan sekuritas atau mesin advisor akan mengajukan beberapa pertanyaan.

Set pertanyaan ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari penghasilan hingga tingkat kenyamanan dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, investor biasanya juga akan diberikan pertanyaan mengenai contoh kasus ketika ia mengalami kerugian.

Dari hasil analisis jawaban pertanyaan ini, akan diketahui bagaimana dia menghadapi permasalahan tersebut. Nantinya hasil cek profil risiko ini akan membantu kamu untuk menentukan portofolio aset yang sesuai sebagai contoh investasi moderat atau investasi tipe lainnya.

Selain dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perusahaan sekuritas atau mesin advisor, ada beberapa cara lain yang bisa diperhatikan untuk menentukan profil risiko, antara lain:

1. Pertimbangkan Sesuai Tanggungan

Biasanya investor yang belum menikah atau berkeluarga dan tidak memiliki tanggungan akan memilih produk berisiko tinggi. Sedangkan investor yang sudah memiliki tanggungan untuk menghidupi rumah tangga dan keluarga, cenderung akan memilih produk berisiko rendah. Cara ini bisa kamu gunakan untuk memilih jenis profil risiko investasi dengan lebih tepat.

2. Sesuaikan Dengan Usia

Salah satu faktor penting untuk menentukan profil risiko adalah dengan menyesuaikan usia investor. Biasanya, kalangan muda lebih berani mengambil risiko tinggi dengan rentang waktu 5 tahun atau lebih. Sedangkan investor yang mendekati masa pensiun lebih banyak memilih produk dengan risiko rendah dan jangka waktu pendek.

BACA JUGA :   Berikut Cara Mudah Dan Praktis Investasi Ajaib

Cek profil risiko berdasarkan usia ini membuat generasi muda lebih banyak memilih produk financial karena dianggap mampu memberikan imbalan hasil maksimal untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.

3. Kenali Kondisi Finansial

Cara menentukan profil risiko yang selanjutnya adalah dengan mengenali kondisi finansial terlebih dahulu. Penghasilan bulanan seseorang akan sangat mempengaruhi profil risiko investasi yang sesuai dengannya. Maka dari itu, sebelum memilih instrumen investasi kenali dulu kondisi finansial kamu.

Jika memiliki penghasilan cukup besar dan stabil, mengalokasikan aset untuk produk berisiko tinggi seperti saham bisa menjadi pilihan terbaik. Akan tetapi jika penghasilan minim, ada baiknya pilih produk yang minim risiko dan sangat aman seperti deposito dan obligasi.

Manfaat Mengetahui Profil Risiko Investasi Anda

Mengetahui toleransi risiko investasi Anda sangat penting yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan mulai berinvestasi. Mengetahui profil risiko manajemen risiko memberikan banyak manfaat:

1. Kenali Risiko Dari Setiap Investasi

Mengetahui profil risiko, investor akan menyadari bahwa berinvestasi sangat berisiko dan harus dihadapi dengan strategi yang bijaksana. Dengan kesadaran ini, Anda dapat memasuki dunia investasi dengan pertimbangan yang cukup untuk meminimalkan risiko mengalami kerugian.

2. Pilih Jenis Investasi Yang Tepat

Salah satu manfaat mengetahui profil risiko investasi Kamu adalah membantu Anda menentukan jenis investasi yang sesuai dengan identitas dan posisi keuangan Anda. Ini akan memudahkan Kamu melakukan penyesuaian karena Anda tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak benar.

3. Kelola Portofolio Investasi Anda dengan Benar

Mengetahui profil risiko Kamu juga bisa menjadi tolak ukur membuat atau mengelola portofolio investasi yang tepat dan benar. Misalnya, jika Kamu tipe agresif, Kamu bisa memilih beberapa investasi berisiko tinggi sekaligus. Bukan ide yang buruk untuk memasukkan investasi berisiko rendah bisa meminimalkan risiko guna menjaga stabilitas portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *